Senin, 10 Januari 2011

ALAT-ALAT SABLON

1. Film sablon. Ni bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb. Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint pake tinta laser atau deskjet . Desain sablon kebanyakan dibikin pake Corel ataupun Adobe.

2. Screen (baca: skrin), ni media yang dipake untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30x40cm, 20x30 cm, sampe ada screen ukuran "raksasa" yang biasa dipake wat bikin spanduk.

3. Rakel. Ni temennya Screen, gunanya untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.

4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablonan apa yang mo kita bikin. Tinta yang buat sablon kaos aja ada banyak macamnya. Ada juga tinta sablon kaos yang bisa bikin timbul setelah kita setrika.

5. Cairan-cairan pencampur. Ni gunanya wat mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan and warnanya. Bisa cairan M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.

6. Meja sablon. Tentunya kalo kita mo nyablon perlu meja sablon wat ngletakin obyek sablonannya. Meja sablon ni terbuat dari rangka besi ato kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.

7. Hair dryer. Jangan kira alat ini cuman dipake di salon aja. Ni berguna untuk mengeringkan sablonan, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.

8. Lampu Neon, temannya meja sablon. Diletakkan di bawah kaca meja yang ditempel dengan rangka besi ataupun kayu.

9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.

10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendkung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak perlatan yng kadang tak terpikirkan malah bisa membentuk proses menyablon ini.

write by allstar_addict edited by rifki

BEBERAPA JENIS SABLON

a. Rubber
cat ini berbahan dasar karet, Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. UNtuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.

b. Pigmen
cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain dan transparan.

c. Plastisol
cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.

d. Glow in the dark
cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap karena mengandung bahan fosfor yang mampu menyimpan cahaya. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.

e. Reflektif
cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.

f. Discharge
cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

g. Flocking
cat dengan bentuk jadi seperti beludru.

h. Foam atau cat timbul
Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.

i. Separasi
Separasi diambil dari kata separate yang artinya pisah.
Jadi separasi adalah proses memisah gambar(fullcolour) menjadi hanya 4 warna yaitu CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key Colour alias Black).
Untuk pemahaman awalnya, boleh dibayangkan printer warna isi tintanya hanya 4 yaitu CMYK tapi bisa mencetak gambar foto yang kaya warna.

j. Glitter
Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.

k. Foil
Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil (poly) yg ada di undangan2 gitulah.

l. High Density
Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung
Sablon High Frequency tuch apa? Ha, apa pla ini bah? gw belon tau, tapi kalo dari namanya mungkin sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch)).

m. Aspal
Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal, rada2 kasar dan agak mengkilat.

n. superwhite
adalah jenis white binder yang bersifat menyerap ke bahan kaos namun hanya 75% dan menumpang dibahan kaos 25 % lagi. dan cat ini mampu membuat dot raster kecil karena sifatnya yang agak lama mengering.

write by allstar_addict & b105z edited by rifki

Tutorial Foil (Gold/silver)

01. Design
Design Kemudian eksport ke *.eps dgn posisi mirror.

02. Cutting
Import ke software cutting dan potong dgn mesin plotter. atau bisa di potong menggunakan cutter
03. Screen
Lepaskan backing paper, rekatkan pada screen (gunakan bantuan masking tape utk mempermudah pengerjaan). Lihat pembuatan screen pada tutorial flock.
Tutup bagian yg tidak kita inginkan dgn menggunakan selotip kertas.
04. Glue
Letakan screen menghadap kaos. Tuangkan lem sablon (glue). usahakan merata.
05. Rackle
Sapukan secara merata menggunakan rackle. Tekan agak kuat tapi jangan terlalu kuat. Hati2 screen sobek.
06. Angkat screen
Angkat screen perlahan2. Usahakan tidak menggeser gambar.
07. Foil
Setelah lem benar2 kering. Letakan kaos di atas mesin heatpress. Tutup gambar dengan lembaran foil (sesuai besarannya). bagian yg mengkilap menghadap ke atas.
08. Heat press
Gunakan mesin heatpress pada suhu 130 derajat dengan waktu 15-20 detik.
09. Peel
Tunggu sampe dingin. Cabut lembaran foil perlahan2.
10. selesai :)

* selain menggunakan plotter anda juga bisa membuat film biasa di screen untuk bentuk bentuk gambar yang anda inginkan. ;)
write by nararya edited by rifki

Senin, 15 Juni 2009

Tutorial: Separasi CMYK halftone utk Print film Sablon

Step 1 :
Open your image in photoshop. (sebisa mungkin image resolusinya utk print sktr 300 dpi, 600 is much better)
Pastikan image mode nya CMYK. Kalo belum, silahkan convert dulu
image>mode>CMYK color.Step 2 :
Flatten your image.
Lihat layer... kalau ada beberapa layer (gbr, tulisan, dsb) atau hanya 1 layer sekalipun (transparent background) kudu di flatten. Caranya klik knan pada layer atau pilih opsi pada sudut kanan (segitiga kecil) pada tab layer dan pilih Flatten layer.
Step 3 :
Perhatikan baik2 channel tab. Pastinya Channel sesuai dengan C+M+Y+K. Jik bukan (RGB misalnya) maka image mode nya bukan CMYK.


Step 4 :
Split channel.
Pada opsi (segitiga kecil) di kanan atas chnnel tab pilih Split Channel.
Step 5 :
4 new image channel.
Sekarang kita sudah punya 4 file image baru sesuai dengan masing2 channel C+M+Y+K.
Step 6 :
Bitmap Image.
Rubah lah image mode nya menjadi bitmap. Image>mode>bitmap.

Step 7 :
Halftone screen.
Pada kotak dialog yg muncul isikan output (sesuai dgn input 300 p/i). Utk method pilih: Halftone screen.
Step 8 :
Frequency, angle, shape halftone screen.
Pada dialog halftone screen, isikan Frequency: 45-65. Di contoh pake frequency 60 (utk screen sedang/tdk kasar/tdk halus).
Angle
  • Cyan = 75
  • Magenta = 15
  • Yellow = 105
  • Black = 45
Angle ini utk beberapa org punya setting berbeda2. Tp nilai ini yg sering gw pake (The math behind it, gw gak ngerti.. cuman ikutin para pakar aja).
Utk shape pilih : Diamond.

step 9 :
Do the step (7-9) to all image color (C+M+Y+K).
Perhatikan angle nya utk masing2 warna (step 9)
hasilnya spt ini:
Your images are ready to print.
print nya pake laserjet (BW), minimal di atas kertas kalkir ya. Kalo bisa pake transparent paper utk laserjet lebih bagus lagi.
semoga bermanfaat :)
write by nararya edited by rifki